Mengenal Sosok Bupati Tegal Umi Azizah

0
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

UMI Azizah dilahirkan di Desa Tuwel Kecamatan Bojong Kabupaten Tegal pada tahun 1960. Putri kedua pasangan Bapak KH. Zainal Arifin (Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Hikmah) dan Ibu Nyai Hj. Masyitoh ini sejak kecil dididik di lingkungan agamis. Saat melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan menengah, ia dikirim orang tuanya ke Madrasah Aliyah (MA) Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar Jombang di bawah asuhan KH. Bisri Samsyuri (Mbah Bisri, kakek Gus Dur).

Selepas menamatkan MA, Umi Azizah melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi di Universitas Diponegoro (UNDIP). Beliau memilih untuk masuk di jurusan Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Tahun 1985, Umi Azizah dinyatakan lulus dan menjadi wisudawan terbaik FISIP UNDIP. Atas prestasinya, beliau ditawari untuk menjadi dosen di Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya.

Tawaran untuk menjadi dosen ditolaknya karena beliau merasa terpanggil untuk mengabdikan diri di tempat kelahirannya. Kondisi Tegal pada waktu itu juga mengharuskan diri beliau untuk ikut berkontribusi memberikan solusi atas berbagai persoalan yang ada di masyarakat. Umi Azizah mengawali kiprahnya mendedikasikan diri untuk masyarakat Tegal dengan aktif di organisasi perempuan Fatayat Nahdlatul Ulama (Fatayat NU). Beliau terpilih menjadi Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Tegal selama dua periode (1987-1992 dan 1992-1997).

Tahun 1988, Umi Azizah ikut menjadi pengajar di Sekolah Tinggi Agama Islam Bakti Negara (STAIBN) Slawi. Karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan, beliau memutuskan untuk berhenti dari aktivitas organisasi, mengajar, dan lainnya. Di STAIBN ini beliau juga menjadi Wakil
Ketua Yayasan Pengembangan dan Pengkajian Islam Ki Gede Sebayu dari tahun 2011 sekarang.

Tahun 1999, Umi Azizah diminta teman-teman seperjuangannya di NU untuk aktif di organisasi di Muslimat NU. Keinginannya untuk kembali aktif berorganisasi sangat tinggi. Namun keinginan tersebut harus ia pendam karena kondisi suami yang sedang mengalami sakit keras. Atas izin dari suami, Umi Azizah kembali berkiprah di organisasi dengan aktif di Muslimat NU. Di tengah
aktivitas berorganisasi dan mengabdi untuk NU dan masyarakat, suami Umi Azizah dipanggil menghadap Allah pada tahun 2000. Beliau harus mengurus 6 orang anak seorang diri. Selama rentang tahun 2000- 2005 Umi Azizah dipercaya untuk memimpin Yayasan Pendidikan Muslimat NU (YPM Muslimat NU) dan Ketua II Muslimat NU Kabupaten Tegal.

Darah perjuangan dan pengabdian untuk masyarakat yang diwarisi dari mendiang bapaknya KH. Zainal Arifin memang mengalir deras dalam diri Umi Azizah. Kyai Zainal, sapaan akrab bapak Umi Azizah, adalah sosok yang sejak kecil mendidik Umi Azizah untuk selalu mendedikasikan diri bagi masyarakat. Kyai Zainal semasa hidupnya aktif di dunia pendidikan dengan bersama-sama tokoh masyarakat mendirikan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Azhar Tuwel Bojong, mendirikan dan mengasuh Pondok Pesantren Nurul Hikmah Tuwel Bojong, dan pernah menjadi angggota DPRD dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada tahun 1982-1987.

Suami Umi Azizah sendiri, Drs. Mohammad Djazeri juga pernah menjadi anggota DPRD dari partai yang sama (PPP) pada tahun 1977-1982 dan Sekretaris PCNU Kabupaten Tegal. Tahun 2005, Umi Azizah terpilih untuk memimpin organisasi perempuan Muslimat NU Kabupaten Tegal periode 2005-2010. Beliau juga terpilih menjadi Wakil Ketua Korda Muslimat NU Karesidenan Pekalongan tahun 2007-sekarang.

Selesai memimpin Muslimat NU Kabupaten Tegal untuk satu periode, pada tahun 2010, Umi Azizah terpilih kembali untuk memimpin Muslimat NU Kabupaten Tegal periode 2010-2015. Selama periode kepemimpinan Umi Azizah, Muslimat NU Kabupaten Tegal menorehkan banyak prestasi dan pencapaian. Sebagai Ketua organisasi perempuan terbesar di Kabupaten Tegal, ia tidak hanya aktif dari satu pengajian ke pengajian, sebagaimana banyak dipersepsikan orang yang tidak tahu menahu tentang aktivitas Muslimat NU. Umi Azizah memfokuskan aktivitas kepengurusan Muslimat NU Kabupaten Tegal untuk menjadikan organisasi Muslimat NU sebagai organisasi yang mandiri melalui pembenahan dan penguatan manajemen, penguatan ekonomi, dan penguatan program.

Kini nama Muslimat NU Kabupaten Tegal berkibar hingga ke pelosok- pelosok Desa di Kabupaten Tegal. YPM NU Bina Bakti Wanita memiliki 530 Taman Pendidikan Quran (TPQ), 85 Taman Kanak-kanak (TK), 46 Raudhatul Atfal (RA), 52 Kelompok Bermain Muslimat, dan 97 Keaksaraan Fungsional. Yayasan Haji Muslimat sendiri mengelola Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Muslimat NU dan Ikatan Hajah Muslimat NU. KBIH Muslimat NU adalah KBIH yang memiliki jumlah jamaah paling banyak setiap tahunnya di Kabupaten Tegal. Yayasan Himpunan Daiyah dan Majlis Talim Muslimat NU memiliki 897 Majlis Talim Muslimat NU. Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU mengelola Panti Asuhan Darul Yatama yang membina dan mengasuh 46 anak yatim, Selain itu, Muslimat NU Kabupaten Tegal juga memiliki unit usaha Koperasi Annisa Muslimat NU.

Masa kepemimpinan periode kedua Umi Azizah difokuskan padapenguatan ekonomi kaderorganisasi. Hal tersebut, salah satunya, direalisasikan dengan membangun Gedung Serba Guna yang selain berfungsi sebagai gedung pertemuan juga akan dijadikan balai latihan kerja kader- kader Muslimat NU. Pembangunan gedung serba gunayang memakan biaya tidak sedikit tersebut kini sudah sekitar 70%. Semua itu digerakkan oleh kekuatan perempuan-perempuan Kabupaten Tegal yang tergabung dalam Muslimat NU.
Kemampuannya menjadikan organisasi Muslimat sebagai organisasi yang mandiri, ternyata diimbangi juga dengan kemampuannya dalam mendidik anak-anak walaupun tanpa suami.

Dalam posisinya sebagai single parent ia mampu seorang diri menghidupi dan mendidik 6 orang anak yang ditinggalkan suaminya. Semua anak-anak Umi Azizah dididik di pesantren. Anak sulungnya telah menamatkan pendidikan S1 di Universitas Sultan Agung (UNISSULA) Semarang. Dari anak pertamanya ini, Umi Azizah telah memiliki 1 orang cucu. Anak kedua juga menamatkan pendidikan S1 dari Universitas Panca Sakti (UPS) dan telah beristri.

Anak pertama dan kedua ini sejak lulus SD sudah masuk di Pondok Pesantren Al Muayyad Solo (SMP), Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak (SMA), dan Pondok Pesantren Lirboyo Kediri. Anak ketiga telah menamatkan pendidikan S2 dari Universitas Indonesia (UI) dan tengah menyelesaikan pendidikan S2 yang lain di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Semasa mengenyam pendidikan S1 di Universitas Islam Negeri (UIN Jakarta, anak ketiga Umi Azizah juga masuk di Pesantren Luhur Ilmu Hadis Darus Sunnah. Anak keempat Umi Azizah baru saja menyelesaikan pendidikan di Pondok Pesantren Al Falah Ploso Kediri. Anak kelima menyelesaikan pendidikan di Pondok Pesantren Mahadut Tholabah Babakan Lebaksiu. Anak bungsu Umi Azizah, yang merupakan satu-satunya anak perempuan, baru saja masuk di Madrasah Aliyah (MA) NU Banat
Kudus.

Tak pernah ada keinginan sedikit pun dari Umi Azizah untuk maju menjadi Calon Legislatif (Caleg), Calon Wakil Bupati (Wabup), Calon Bupati atau jabatan lain di pemerintahan. Saat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) baru berdiri, ia terlibat aktif sebagai juru kampanye (jurkam).

Tawaran untuk aktif menduduki jabatan struktural di partai atau menjadi caleg ia tampik karena ia tetap ingin mengabdi dan berjuang untuk masyarakat tanpa harus terlibat dalam aktivitas politik. Tapi pada tahun 2013 setelah diminta oleh para kyai kabupaten Tegal untuk mendampingi Ki Enthus Susmono untuk maju dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tegal periode 2013-2018 dan akhirnya pun jadi sehingga bisa membawa Kabupaten lebih baik lagi dalam kurun waktu lima tahun belakang ini.

Kini pada Pilkada Kabupaten Tegal tahun 2018 beliau kembali diminta warga Nahdliyin untuk maju kembali mendampingi Ki Enthus Susmono. Setelah proses menuju pemilihan Bupati dan wakil Bupati berjalan, ternyata Allah SWT berkehendak lain. Pasalnya Ki Enthus Susmono yang diusung menjadi Calon Bupati meninggal dunia dikarenakan serangan jantung. Sehingga Umi Azizah harus menggantikan posisi Ki Enthus sebagai Calon Bupati. Atas dasar usulan para ulama dan warga Nahdliyin, maka tidak ada alasan lain baginya selain sam’an wathaatan
dengan dawuh para kyai yang selalu menjadi panutan. Akhirnya Umi Azizah terpilih sebagai Bupati Tegal. (https://umi-ardie.com)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Share.

About Author

Comments are closed.

Berita menarik lainnyaclose