Warga Berebut Air Jamasan Pusaka Mbah Suro

0
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

ADIWERNA – Warga Pedukuhan Suro, Desa Pagiyanten, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal berebut mendapatkan air bekas jamasan benda-benda pusaka peninggalan Mbah Suro, dan juga benda-benda peninggalan Sayid Syaikh Abdurohcman dan Sayid Syaikh Abdurrohim, pada Kamis (15/11) malam.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap bulan Maulud, benda-benda yang disimpan di kediaman sang juru kunci makam tersebut dikeluarkan untuk dilakukan penjamasan.
Sebelum di laksanakan ritual, pada malam harinya banyak orang berdatangan untuk berziarah, bahkan ada yang datang lebih awal dan tiduran di lingkungan makam untuk menunggu dikeluarkanya benda-benda peninggalan Mbah Suro.
Selain tradisi penjamasan, para pengunjung saling berebut nasi kuning yang sudah dibacakan doa dan tahlil, juga air yang bekas untuk menjamas (mencuci) benda pusaka yang usianya sudah cukup tua, karena dianggap memiliki khasiat tertentu, yaitu membawa keberkahan bagi hidup mereka.
Juru kunci makam Mbah Suro, Ustadz Abdul Hack, bangunan berukuran sekitar 50 x 100 meter persegi itu dibangun pada abad 14 Masehi. “Kemudian pada abad ke-15 Masehi para Wali Songo berembug untuk menetapkan tanggal 8 Maulid sebagai saat dilangsungkannya khaul Mbah Wali Syaikh Abdurochman dan Syaikh Abdurochim atau Mbah Suro,” kata juru kunci yang akrab dipanggil Mbah Iyak ini.
Dia juga menambahkan, pengunjung acara penjamasan tidak hanya datang dari warga setempat, tetapi juga dari luar daerah, di antaranya Brebes, Cirebon, Banyumas dan daerah-daerah lain.
Kegiatan ziarah tidak hanya saat tanggal 8 maulid saja dilaksanakan, setiap harinya banyak orang berdatangan untuk berziarah, yang menjadi rutin setiap bulannya pada malam Jumat kliwon. (ag)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Share.

About Author

Comments are closed.

Berita menarik lainnyaclose