Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan pantau ujian UT

0
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

SLAWI – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Tegal Retno Suprobowati, SH, M.Kn,MM menilai Universitas Terbuka (UT) telah mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Masyarakat (IPM) Kabupaten Tegal. Selain itu, keberadaan UT juga mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kehadiran UT di Kabupaten Tegal diharapkan dapat memberikan multi efek yang luas. Tidak hanya untuk memberikan kesempatan memperoleh pendidikan tinggi saja, akan tetapi juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, perekonomian, dan sosial budaya masyarakat, terutama untuk selalu mengembangkan budaya gemar membaca dan berpengetahuan luas, kata Bu Retno, sapaan akrab KadisDikbud Kab. Tegal itu saat memonitor pelaksanaan Ujian Tugas Akhir Program (TAP) di SMK PGRI, Sabtu(15/12) kemarin.

Dikatakan, Memang ada yang beranggapan bahwa pendidikan itu bukan segalanya, akan tetapi segalanya itu berawal dari pendidikan, ujarnya penuh makna. Oleh karena itu kepada para mahasiswa diminta untuk tekun dan semangat guna menyelesaikan kuliahnya di UT dengan hasil nilai yang terbaik, apalagi menempuh TAP ini adalah ujian terakhir bagi para mahasiswa yang akan menyelesaikan sudinya selama ini.

Untuk diketahui dari 2.100 mahasiswa UT yang menempuh Ujian Akhir Semester ini, 216 orang diantaranya menempuh ujian Tugas Akhir Program (TAP) yaitu ujian untuk terakhir kalinya mahasiswa menyelesaikan pendidikannya di UT.

Mahasiswa juga diharapkan mampu menyongsong masa depan yang lebih baik dengan penuh optimisme dan percaya diri. Saya nilai keberadaan UT di Kabupaten Tegal sangat mendukung dalam peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Tegal. UT merupakan solusi alternatif belajar di perguruan tinggi secara mandiri, ujarnya.

Retno Suprobowati juga mengapresiasi kinerja pengelola UT Kabupaten Tegal. Hal itu dilihat saat monitoring pelaksanaan UAS yang menunjukan profesionalitasnya.

Dibeberkan, saat monitoring pelaksanaan TAP semua tas, buku, dan ponsel dari peserta ujian dikumpulkan di depan kelas. Mahasiswa hanya berbekal alat-alat tulis yang dibutuhkan dalam mengerjakan soal-soal ujian. Tidak ada yang mencontek ataupun kerja sama karena dalam setiap kelas hanya diperuntukkan bagi 20 meja peserta ujian, dan pejagaan dilakukan secara ketat oleh pengawas ruang dan pengawas keliling. Saya merasa puas dan salut kepada para mahasiswa yang meskipun rumahnya jauh dan kebanyakan dari luar kota Slawi, tapi mereka tetap menunjukkan semangat dan tanggung jawabnya dalam menempuh tugas akhir programnya, tuturnya.

Retno Suprobowati merasa puas atas terselenggaranya ujian UT di Kabupaten Tegal. Hal tersebut dikarenakan adanya koordinasi dan kerjasama yang telah terjalin dengan baik selama ini dari pihak panitia penyelenggara dan sekolah-sekolah yang ditempati untuk ujian. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada Pengelola UT Kabupaten Tegal dan menilai pelaksanaan ujian sangat baik tanpa adanya kendala yang berarti karena semua itu telah direncanakan dan ditata dengan baik oleh Panitia pelaksana ujian.

Saya merasa puas dan salut kepada para mahasiswa yang meskipun rumahnya banyak yang jauh dan kebanyakan dari luar kota Slawi mereka tetap menunjukkan semangat dan tanggungjawabnya dalam menempuh ujian akhir semester dengan antusiasme yang tinggi. Apalagi ada mahasiswa yang sudah sepuh masih gigih untuk meraih prestasinya, untuk lulus sarjana pendidikan, UT benar-benar menunjukkan profesionalitasnya dalam mengelola semua kegiatan akademik, termasuk pelaksanaan ujian kali ini, demikian Retno Suprobowati mengakhiri kunjungannya. Pungkasnya

 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Share.

About Author

Comments are closed.

Berita menarik lainnyaclose