Retribusi Tower di Kabupaten Tegal Bakal Naik Menjadi Rp 4.1 Juta

0
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

SLAWI – Peraturan Daerah (Perda) baru soal pendirian tower sedang diajukan Pemkab Tegal ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Apabila disetujui Kemendagri, Perda tersebut akan menerapkan retribusi baru perihal pendirian tower dan massa berlakunya. Selain menerapkan retribusi baru, Perda tersebut pun akan menertibkan tower-tower nakal tanpa izin dengan penyegelan.

Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Kabupaten Tegal, Budi Eko menyebut, dalam revisi Perda itu, retribusi pendirian tower akan dinaikkan.”Dari sebelumnya Rp 500 ribu per titik, menjadi Rp 4,1 juta per titik,” kata Budi

Menurut dia, naiknya retribusi pendirian tower di Kabupaten Tegal karena dinilai tarif sebelumnya terlalu rendah. Pasalnya, daerah-daerah lain sudah menerapkan retribusi pendirian tower hingga Rp 4 juta paling rendah.”Nanti, retribusi pendirian tower akan disesuaikan dengan ukuran panjang dan lebar tower. Minimal tinggi harus 70 meter dan ada masa berlakunya. Hal itu menyangkut dengan adanya beberapa keluhan dari warga. Untuk tarif retribusi, paling rendah Rp 4.1 juta,” cetusnya.

Lebih lanjut, untuk tower tidak berizin yang bandel masih beroperasi, pihaknya mengaku akan segera menyegel secara bertahap. Sebab, jumlah tower tak berizin di Kabupaten Tegal mencapai ratusan unit hingga di setiap desa pun jumlahnya sampai puluhan. “Jumlah tower yang tidak berizin lebih banyak dari tower yang berizin. Karenanya, saat ini Pemkab Tegal sedang membuat Perda tentang retribusi pendirian tower. Jika Perda itu sudah jadi, pihaknya akan melakukan penyegelan bagi tower yang tidak berizin,” tegas Budi.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Share.

About Author

Comments are closed.

Berita menarik lainnyaclose