5 Pengawas dan Penyelenggara Pemilu di Kabupaten Tegal Meninggal Dunia

0
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

SLAWI – Hingga Selasa (30/4/2019) ini, sudah lima anggota pengawas maupun penyelenggara Pemilu 2019 di Kabupaten Tegal meninggal dunia dalam bertugas. Tercatat, tiga orang di antaranya merupakan anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di berbagai desa dan kecamatan. Sementara, dua jiwa lainnya merupakan anggota pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Seperti diketahui, Susanto (65), anggota KPPS TPS 08 dari Desa Pedagangan Kecamatan Dukuhwaru terlebih dahulu gugur meninggal dunia pada Senin (22/4/2019) lalu. Kemudian, berlanjut dua pengawas di TPS 14 Desa Harjowinangun, Kecamatan Balapulang, bernama Sukron Ma’mun (40) dan Pengawas TPS 24 Desa Blubuk, Kecamatan Dukuhwaru, Abdul Rohman (27) meninggal dunia pada Jumat (26/4/2019).

Selain itu Ketua TPS 15 dari Desa Lebagowah, Kecamatan Lebaksiu bernama Sukardi (65) pun meninggal dunia saat dirawat di RS Singkil Muhammadiyah Kecamatan Adiwerna pada Sabtu (27/4/2019) lalu. Sukardi yang juga seorang guru pun dinyatakan wafat usai mendapatkan perawatan intensif di RS tersebut karena kelelahan. Selanjutnya, korban yang gugur atau wafat akibat kelelahan pun ternyata tak mengenal usia. Seperti yang terjadi pada pemuda berusia 22 tahun dari Desa Sidapurna, Kecamatan Dukuhturi bernama Abdul Wahab. Abdul dinyatakan meninggal dunia pada Senin (29/4/2019) kemarin usai mendapat perawatan intensif di ruang ICU RS Mitra Siaga Kecamatan Kramat.

Kabar itu pun dibenarkan Komisioner KPU Kabupaten Tegal Divisi Sosisalisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat, Himawan Tri, Himawan menjelaskan, sebelumnya korban sempat pingsan pada H-2 Pencoblosan atau pada Senin (15/4/2019) lalu saat sedang membagikan form undangan C6 kepada warga. Saat itu, kata Himawan, anggota KPPS di TPS 18 Desa Sidapurna terlebih dahulu harus dibawa ke RS Mitra Siaga pada Selasa (16/4/2019).

Selama lima hari dirawat, Abdul pun kembali ke rumah dengan kondisi linglung tak jelas pada Minggu (21/4/2019) lalu. Akhirnya, Abdul yang kondisinya tak kunjung jelas harus dibawa lagi ke RS Mitra Siaga pada Jumat (26/4/2019). “Selama empat hari di ruang ICU, akhirnya Abdul dinyatakan meninggal dunia pada Senin (29/4/2019) kemarin di RS. Untuk kasus ini, Abdul memang telah lebih dulu sakit sebelum Hari Pencoblosan,” tutur Himawan.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Share.

About Author

Comments are closed.

Berita menarik lainnyaclose