Bupati Tegal Kunjungi Obyek Wisata Waduk Cacaban

0
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

SLAWI –Di hari pertama masuk kerja pasca cuti Lebaran, Bupati Tegal, Umi Azizah meninjau Obyek Wisata Waduk Cacaban Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, Senin (10/6/2019) siangnya. Di pintu masuk retribusi, Umi sempat melayani pembelian tiket pengunjung. Karena mendapat layanan istimewa dari orang nomer satu di Kabupaten Tegal itu, tak sedikit pengunjung akhirnya mengabadikan momen langka dengan mengajak foto bersama.

Meski libur Lebaran sudah usai, masih saja banyak wisatawan yang datang ke waduk seluas 928,7 hektare ini. Umi mengaku, pihaknya tengah membangun citra kepariwisataan Kabupaten Tegal yang lebih baik, murah, dan ramah bagi wisatawan. Sehingga setiap kali ada keluhan warga, Umi terus memantau tindaklanjutnya.“Termasuk kunjungan saya kali ini adalah untuk menggali informasi soal tarif tiket masuk Cacaban yang katanya tidak transparan sehingga dikeluhkan warga,” kata Umi.

Setelah mengecek kelengkapan personil jaga, Umi menyampaikan jika informasi tarif tiket di loket tersebut sudah terpasang cukup lama, hanya posisinya saja yang perlu sedikit diturunkan supaya tampak jelas bagi pengunjung. “Di lembaran karcis atau tiket masuk juga sudah tertera tarif sesuai Perda, ditambah biaya asuransi enam ratus rupiah. Ada pula donasi sukarela dari PMI senilai dua ribu rupiah yang sifatnya tidak wajib”, ungkapnya.

Sementara itu Suwito, petugas jaga yang kebetulan melayani saat itu menanggapi ihwal keluhan pengunjung yang disorot Bupati Tegal. Suwito mengungkapkan pengunjung tersebut awalnya tidak mau membayar tarif tiket resmi untuk 16 orang di dua mobil senilai Rp 90 ribu. “Pengunjung hanya sanggup membayar dua puluh ribu rupiah, sehingga saya pun mengalah dengan tidak memasukkan donasi PMI dan tiketnya berkurang menjadi enam puluh ribu rupiah,” cerita Suwito.

Dengan harga Rp 60 ribu, lanjut dia, warga pengunjung tersebut ternyata masih juga enggan dan berbalik arah sehingga tidak jadi masuk berwisata.Entah mengapa, pihaknya kemudian dilaporkan karena harga tiket tidak jelas, bisa dinego, atau diturunkan. Padahal, pengurangan tersebut ada karena donasi untuk PMI tidak dikenakan Suwito.

Dia juga menuturkan, inisiatif dirinya dan rekan-rekan lain menarik biaya retribusi sebelum pintu masuk karena untuk mempercepat proses antrian, di samping medan jalannya di pintu masuk selatan cukup curam.“Jadi, setelah dihitung jumlah pengunjungnya, saya bawa uang pembayaran tersebut ke pos untuk ditukarkan tiket dan uang kembalian jika ada,” ujarnya.

Mendengar jawaban tersebut, Umi justru mendukung langkah Suwito yang tidak mengizinkan warga pengunjung masuk ke Cacaban karena menawar harga tiket. Umi bahkan menghimbau kepada para wisatawan agar mempersiapkan segala sesuatunya, tak terkecuali biaya tiket masuk ke Cacaban yang menurutnya terbilang murah.”Hanya Rp 3.500 per orang loh, itu pun sudah termasuk asuransi. Rp 2.900 tiket retribusi masuk dan Rp 600 untuk asuransi,” pungkas Umi.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Share.

About Author

Comments are closed.

Berita menarik lainnyaclose