20 Pasar di Kabupaten Tegal Diajukan Menjadi Pasar Tertib Ukur

0
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

SLAWI –20 Pasar di Kabupaten Tegal diajukan pemerintah setempat agar menjadi pasar tertib ukur. Hal itu dilakukan agar dapat memberikan jaminan kebenaran dalam hal penggunaan alat ukur, khususnya dalam transaksi perdagangan.

Di tahun 2019 ini, pihak Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM ( Disdagkop UKM) Kabupaten Tegal setidaknya mengajukan 20 pasar tradisional yang ada untuk dinilai oleh tim dari Balai Standarisasi Metrologi Legal Regional II Yogyakarta. Apabila lolos, pasar-pasar tersebut akan mendapatkan status pasar tertib ukur.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Tegal, Suspriyanti mengatakan, hingga kini baru ada tujuh (7) pasar yang sudah disambangi tim penilai.”Ketujuh pasar tersebut meliputi Pasar Balapulang, Lebaksiu, Kedungsukun, Kupu, Surodadi, Jatipurwo, dan Balamoa.
Tahun ini harapan kami dari ajuan 20 pasar yang dinilai bisa dirampungkan tim dari Balai Standarisasi Metrologi Legal Regional II,” ujar Suspriyanti.

Dia menegaskan, poin penilaian terhadap pasar tradisional itu menyangkut alat UTTP (ukur, takar, timbang, dan perlengkapannya) yang digunakan oleh para pedagang dalam transaksi perdagangan. Dalam hal ini, kata dia, penilaian tim juga difokuskan pada pemilik atau pengguna UTTP perihal pemahamannya secara benar.”Di situ tim juga akan menanyakan apakah pemerintah daerah telah menetapkan pembinaan dan pelayanan kemetrologian atau belum.

Apa telah mempunyai STOK tentang kemetrologian atau belum,” cetus Suspri, sapaannya. Dari tujuh pasar yang sempat disambangi oleh tim, dia menyebut, sudah 80 persen pasar memenuhi standar untuk ditetapkan menjadi pasar tertib ukur. Sebelum tujuh pasar itu, adapun tiga pasar, masing – masing du Trayeman, Margasari, dan Banjaran berhasil memperoleh penghargaan dari pusat sebagai pasar tertib ukur.

Dengan pengajuan 20 pasar ini, Suspri berharap di tahun 2020, target Kabupaten Tegal bisa menjadi daerah tertib ukur. Pihaknya juga akan terus memperbanyak langkah sosialisasi untuk memastikan semua pedagang telah melakukan tertib ukur terhadap timbangannya di pasar..

Langkah tersebut diakui sebagai upaya meningkatkan citra Kabupaten Tegal dan pasar tradisional dalam hal kebenaran hasil pengukuran dalam transaksi perdagangan. “Kewajiban tertib ukur bagi pemilik UTTP wajib dilakukan setahun sekali. Hal ini dikandung maksud agar konsumen tidak dirugikan ketika melakukan transaksi dipasar yang berhubungan dengan timbangan atau neraca,” ungkapnya.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Share.

About Author

Leave A Reply

Berita menarik lainnyaclose