Lahan Kumuh di Desa Pesarean Melebar Hingga 4.2 Hektar

0
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

SLAWI –Lahan kumuh di Kabupaten Tegal masih menjadi persoalan serius yang harus dituntaskan.Contohnya di Desa Pesarean Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal, lahan kumuh di sana terhitung mencapai 4.2 hektar

Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tegal, Widodo Joko Mulyon. Menurut dia, wilayah kumuh di desa tersebut sudah tertuang pula dalam SK Bupati Tegal nomor 050/294 tahun 2019 tentang perluasan permukiman kumuh.

Joko mengaku, saat ini, konsep penataan lingkungan permukiman di Kampung Situnggul Desa Pesarean sedang diajukan Pemkab Tegal pada lomba Hari Habitat 2019 tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Revitalisasi fungsi permukiman sebagai pendukung kawasan cagar budaya Makam Amangkurat I ini sendiri telah dipaparkan pada tim penilai di Hotel Patrajasa Semarang beberapa waktu lalu.
“Kampung Situnggul menjadi prioritas penataan karena sejumlah pertimbagan. Selain menjadi entitas pendukung kawasan wisata budaya dan religi, kondisi utilitas lingkungannya juga perlu sentuhan perbaikan agar tidak tampak kumuh,” terang Joko.

Berdasarkan SK Bupati Tegal nomor 050/294 tahun 2019, luasan permukiman kumuh di Desa Pesarean mencapai 4,2 hektar. Kampung Situnggul pun termasuk yang ada di dalam deliniasi kawasan tersebut. Sehingga, Pemkab Tegal tengah berupaya mengembalikan kesehatan lingkungan permukiman sekitar yang tercemar limbah B3.

Hal itu diakibatkan aktifitas usaha peleburan logam rumahan yang dulu banyak terdapat di Pesarean.”Melalui Program Daerah Pemberdayaan Masyarakat (PDPM), Pemkab Tegal sudah mengawalinya di tahun 2014 dengan anggaran Rp. 28,1 miliar per tahunnya, dan di 2017 beralih ke penuntasan akses jamban keluarga sehat dengan anggaran per tahunnya 21,07 miliar,” tambahnya.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Share.

About Author

Comments are closed.

Berita menarik lainnyaclose