Sanitasi di Kabupaten Tegal Masih di Peringkat Ke-22 Se-Jateng

0
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

SLAWI –Kabupaten Tegal menduduki peringkat ke-22 dari 35 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah terkait upayanya dalam akses sanitasi masyarakat. Padahal, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tegal mencatat, akses sanitasi warga sudah mencapai 95,44 persen.

Kepala Dinkes Kabupaten Tegal, Hendadi Setiaji mengakui, sejauh ini, 63 desa dari total 287 desa/kelurahan masih berprilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Sejumlah 63 desa itu diketahui belum lolos memperoleh predikat Open Defecation Free (ODF) atau Bebas BABS. “Per September 2019 ini, sudah ada 224 desa yang menyandang ODF, dari total 287 Desa/Kelurahan di Kabupaten Tegal. Meski begitu, masih tersisa 63 desa lagi,” jelas Hendadi.

Dia menjelaskan bahwa 220 desa ternyata diketahui lolos bersyarat, sedangkan 4 desa lainnya dinyatakan lolos ODF. Maka, dia menyarankan pihak kecamatan segera berkoordinasi dengan Puskesmas guna menuntaskan sisanya. “Sanitasi merupakan masalah yang pelik dan berdampak besar terhadap kesehatan masyarakat serta keseimbangan lingkungan. Dari data yang dihimpunya, sanitatasi yang buruk menyumbang 88 persen angka kematian akibat diare,” urai dia.

Selama tiga tahun terakhir ini, Hendadi mengaku bahwa Pemda telah mengelontorkan total Rp 65,2 Milyar untuk urusan sanitasi layak. Dana itu, kata dia, difokuskan untuk penataan dan penyehatan lingkungan, khususnya akses sanitasi dengan jamban sehat.”Saya berharap, dengan program ini mampu mengentaskan satu pilar kesehatan yaitu Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Program ini juga pemicu munculnya wirausaha sanitasi,” tuturnya.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Share.

About Author

Comments are closed.

Berita menarik lainnyaclose