Kabar Kabupaten TegalNews & Talk

Tegal dan Brebes Catat Kelahiran Tertinggi di Jateng

SLAWIFM.com – Sepanjang tahun 2024, Provinsi Jawa Tengah kembali menunjukkan dinamika pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, tercatat lebih dari 571 ribu bayi lahir di seluruh kabupaten/kota di provinsi ini. Lonjakan ini menjadi cerminan kuatnya kebutuhan akan pelayanan kesehatan, terutama untuk ibu dan anak.

Dari 35 wilayah administrasi di Jawa Tengah, Kabupaten Brebes mencatat jumlah kelahiran paling tinggi dengan 33.223 bayi, disusul oleh Kabupaten Tegal di urutan kedua dengan 27.383 kelahiran. Sementara Cilacap menyusul dengan angka 31.686 kelahiran. Untuk kawasan perkotaan, Kota Semarang berada di posisi teratas dengan jumlah 22.534 kelahiran.

Namun di balik angka kelahiran yang tinggi ini, ada persoalan krusial yang tidak bisa diabaikan begitu saja, yaitu meningkatnya kasus bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR). Di seluruh Jawa Tengah, tercatat 21.091 kasus BBLR yang tersebar di berbagai daerah.

Mirisnya, Kabupaten Tegal justru menempati urutan teratas dalam hal jumlah bayi yang lahir dengan berat di bawah normal. Tercatat ada 1.083 kasus, diikuti Kebumen dengan 1.086 bayi dan Purbalingga yang mencatat 1.120 bayi BBLR. Kondisi ini membuka mata bahwa selain angka kelahiran, kualitas kehamilan dan persalinan masih menyimpan tantangan besar.

Tantangan Kesehatan Ibu dan Janin

Fenomena tingginya angka BBLR mengindikasikan adanya sejumlah faktor risiko, mulai dari kurangnya asupan gizi selama kehamilan, minimnya pemeriksaan kehamilan rutin, hingga terbatasnya akses layanan kesehatan di beberapa daerah.

Namun demikian, tidak semua wilayah menghadapi kondisi serupa. Kabupaten Temanggung, misalnya, mencatat kasus BBLR paling sedikit, hanya 90 kasus dari lebih dari 11 ribu kelahiran. Sementara di kawasan kota, Kota Magelang menunjukkan prestasi dengan hanya 37 kasus BBLR dari total 1.600 kelahiran. Ini bisa menjadi contoh keberhasilan program kesehatan yang terintegrasi dan tepat sasaran.

Risiko Serius dari Bayi BBLR

Bayi dengan berat lahir di bawah 2.500 gram tergolong rentan. Mereka berisiko mengalami gangguan tumbuh kembang, mudah terinfeksi, dan berpotensi menghadapi komplikasi serius sejak usia dini. Bahkan dalam kasus ekstrem, kondisi ini bisa berujung pada kematian neonatal.

Karena itu, pencegahan menjadi hal yang sangat penting. Beberapa upaya yang bisa terus didorong oleh pemerintah daerah dan masyarakat antara lain:

  • Meningkatkan edukasi gizi dan kesehatan untuk ibu hamil
  • Menyediakan makanan tambahan bergizi di wilayah rawan gizi
  • Menggalakkan pemeriksaan kehamilan secara rutin
  • Memastikan layanan kesehatan menjangkau hingga pelosok desa

Sinergi Jadi Kunci

Menurunkan angka BBLR bukan tugas satu pihak saja. Ini adalah tanggung jawab bersama, dari tenaga medis, pemerintah daerah, hingga keluarga dan komunitas. Edukasi yang merata, dukungan fasilitas yang memadai, serta perhatian dari keluarga akan menjadi fondasi dalam menciptakan generasi sehat dan kuat sejak dalam kandungan.

Dengan kerja sama lintas sektor yang kuat, harapannya bukan hanya jumlah kelahiran yang meningkat, tapi juga kualitas bayi yang lahir semakin baik. Jawa Tengah, termasuk Tegal dan Brebes, tak hanya dikenal sebagai daerah dengan angka kelahiran tinggi, tetapi juga sebagai tempat lahirnya anak-anak Indonesia yang sehat, cerdas, dan siap menghadapi masa depan. ***