Kategori: Pendidikan

Di Era Presiden Ini Gaji PNS Pernah Naik 270%

slawifm.com – Tahun depan akan ada kenaikan gaji 8 persen, yang merupakan kabar gembira bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang meliputi Pegawai Negeri Sipil (PNS), PPPK, TNI, dan Polri. Kelompok lain yang lebih besar adalah pensiunan, yang mencapai 12%.

Asal tahu saja, ASN baru-baru ini mendapat kenaikan gaji hingga 270 persen. Itu selama era K. H. Gus Dur adalah nama panggilan umum untuk Abdurrahman Wahid.

Usai terpilih sebagai Presiden keempat RI, Gus Dur menaikkan gaji PNS dengan sangat signifikan, hampir tiga kali lipat atau tepatnya 270.

Ini merupakan peningkatan terbesar sejak Indonesia merdeka. Gus Dur hanya menjabat paling lama dua tahun. Gus Dur mengundurkan diri pada bulan Juli 2001 karena iklim politik negara, dan Megawati Soekarno Putri, presiden wanita pertama Indonesia, mengambil alih jabatan tersebut.

Pegawai negeri digaji 15% lebih tinggi pada masa pemerintahan Megawati, yang berlangsung dari tahun 2001 hingga 2004.

Susilo Bambang Yudoyono (SBY), presiden keenam negara itu, akhirnya naik ke posisi teratas. Tercatat, SBY menaikkan gaji PNS sebanyak sembilan kali dengan kenaikan yang bervariasi.

SBY menaikkan gaji PNS sebesar 15% saat pertama kali menjabat pada 2004. Setelah itu, SBY menunda kenaikan gaji PNS selama dua tahun.

Baru mulai tahun 2007 dan berlanjut hingga akhir pemerintahannya, SBY secara rutin menaikkan gaji tahunan pegawai negeri sipil. Kenaikan terbesar, 19 koma 5 persen, terjadi pada tahun 2008.

Hingga kini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru dua kali menaikkan gaji PNS: pada 2015 dan 2019. Kenaikan pada 2019 terjadi pada tahun yang merupakan tahun politik sekaligus penutup periode pertama Jokowi.

Informasi Tentang Hasil PPDB Jabar 2023 Tahap 1 Sudah Diumumkan

Pendaftaran PPDB Jabar 2023 putaran 1 sudah ditutup sejak 10 Juni lalu. Kini, hasil PPDB tahap pertama akan segera diumumkan. Seperti diketahui, PPDB Jabar 2023 terbagi menjadi dua bagian. Setelah Tahap 1 ditutup dan diumumkan, selanjutnya Tahap 2 akan dibuka bagi calon mahasiswa yang mendaftar melalui metode zonasi. Tahap 1 PPDB Jabar Tahun 2023 ini khusus untuk siswa baru atau CPDB yang mendaftar di di jalur afirmasi, perpindahan tugas orang tua, dan jalur prestasi untuk jenjang SMA.

Sedangkan untuk tingkat SMK, PPDB Jabar 2023 Tahap 1 dibuka untuk Jalur Afirmasi, Pindah Orang Tua, Rapor dan Lomba, Jalur Prioritas Terdekat, Jalur Persiapan Kelas Perusahaan dan Minat Ujian merupakan program seni. Kemudian, tingkat 1 terbuka bagi calon siswa untuk mendaftar di sekolah luar biasa sesuai dengan kebutuhannya atau mendaftar di sekolah umum.

Bagi calon siswa yang mendaftar PPDB Jabar Tahap 1 Tahun 2023, baik SMA, SMK, maupun SLB, harap diketahui bahwa hasilnya akan diumumkan hari ini, 20 Juni 2023. Menurut informasi dari website PPDB Provinsi Jawa Barat, pengumuman dimulai pukul 14.00 WIB. WIB melalui situs resmi PPDB atau Dinas Pendidikan Jawa Barat (disdik.jabarprov.go.id).

Ada hal-hal penting yang perlu diketahui bagi siswa yang ingin lulus atau gagal level 1. Untuk siswa yang berhasil, silakan mendaftar lagi mulai 21 Juni hingga 23 Juni 2023.

Pendaftaran PPDB Jabar Tahun 2023 Tahap 1 bagi siswa berprestasi dapat dilakukan melalui website atau media sosial sekolah yang dituju. Sedangkan jika siswa tidak lulus Tahap 1, maka Dinas Pendidikan Jabar akan menawarkan pilihan untuk mendaftar ke Tahap 2, yaitu jalur Zonasi untuk SMA dan Jalur Lintasan untuk buletin umum SMK.

Namun, pendaftaran Tahap 2 tidak boleh dilakukan bagi pendaftar KETM (Keluarga Ekonomi Miskin) yang belum lulus Tahap 1 dan siap menyalurkan. Kemudian, jika siswa tetap lulus atau diterima di Tahap 1 dan tidak direkrut, maka wajib mengundurkan diri dan mendaftar ulang di sekolah tujuan.

Jika calon mahasiswa tidak melakukan submit, sistem akan mengunci datanya secara otomatis dan mahasiswa tersebut tidak dapat mendaftar ke jenjang 2. Setelah proses pendaftaran selesai, siswa yang terdaftar di sekolah masing-masing akan mengikuti tahun ajaran baru.