Kategori: Bisnis

Ternyata Ini Produk RI Yang Paling Banyak Diminati dan Dibeli Amerika

slawifm.com – Gagal bayar utang Amerika Serikat (AS) bisa berdampak pada Indonesia, termasuk pada perdagangan.

Setelah China, Amerika Serikat merupakan pasar ekspor terbesar kedua Indonesia. Per 31 Maret 2023, Indonesia mengimpor barang senilai US$1,97 miliar atau Rp, ke Amerika. 29,07 poin triliun (Rp. 14.755/US$), lebih rendah 25,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2022. Berkontribusi sebesar 8.88% nilai keseluruhan ekspor Indonesia, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS).

Ekspor terbanyak ke Amerika adalah pakaian jadi senilai US$598,3 juta atau Rp. 8,83 miliar.

Selain itu, peralatan listrik dan kelapa sawit memiliki nilai ekspor masing-masing sebesar Rp7 triliun dan 3,75 triliun.

Menurut data BPS, 10 barang ekspor terbanyak dari Indonesia ke Amerika adalah sebagai berikut :
1. Pakaian Jadi
2. Peralatan Listrik
3. CPO
4. Sepatu Olahraga
5. Peralatan Komunikasi Lainnya
6. Ban Luar dan Ban Dalam
7. Furnitur dan Kayu
8. Udang Yang di Bekukan
9. Barang Kulit dan Kulit Buatan untuk Keperluan Pribadi
10. Karet Remah

Sebelumnya, pada Senin, 5 Mei 2023, Menteri Keuangan Janet Yellen mengeluarkan peringatan bahwa pemerintah mungkin tidak dapat melunasi semua utangnya paling cepat 1 Juni. Namun perkiraan masih belum pasti.

AS sebelumnya mencapai plafon utang sebesar US$31,4 triliun (Rp 462.113 triliun) pada bulan Januari. Sejak itu, kewajiban telah dipenuhi oleh Departemen Keuangan dengan menggunakan uang tunai dan “tindakan luar biasa”.

Kekhawatiran Investor Terhadap Penurunan Ekonomi China

slawifm.com – Pada hari perdagangan terakhir minggu ini, harga minyak mentah naik lebih dari 1%. Sayangnya, itu tidak dapat meningkatkan kinerjanya yang buruk untuk minggu ini secara keseluruhan.

Pada perdagangan Jumat, 18 Agustus 2023, minyak WTI di tutup melonjak 1,07% ke posisi US$81,25 per barel, begitu juga dengan minyak brent melesat 0,81% ke posisi US$84,80 per barel.

Terlepas dari kegembiraan selama akhir pekan, harga kedua tolok ukur minyak mentah dunia turun 2 koma 3 persen setiap minggu.

Harga minyak naik setelah data industri mengungkapkan bahwa jumlah rig minyak dan gas alam AS, indikator utama produksi di masa depan, turun selama enam minggu berturut-turut. Penurunan produksi AS dapat memperburuk kekurangan pasokan akhir tahun yang akan datang.

Kekhawatiran ini, dikombinasikan dengan pengurangan produksi dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, membantu kenaikan harga minyak selama tujuh minggu berturut-turut sejak Juni. Selama tujuh minggu yang berakhir pada 11 Agustus, WTI naik 20% sementara minyak mentah Brent naik sekitar 18%.

Krisis properti yang memburuk di China telah meningkatkan kekhawatiran tentang lambatnya pemulihan ekonomi negara itu dan penurunan selera investor terhadap risiko di seluruh pasar, yang mengakibatkan penurunan harga minyak sebesar 2 persen minggu ini dibandingkan dengan minggu sebelumnya.

Rob Haworth, Manajer Portofolio Senior US Bank Asset Management, menyatakan ketegangan antara perlambatan pertumbuhan global dan ketatnya pasokan global terus menjadi perhatian utama investor.

Untuk saat ini, Kisaran kemungkinan akan menahan harga, menurut Haworth, yang juga mencatat bahwa permintaan dipertanyakan karena investor khawatir dengan lemahnya data yang keluar dari China.

Kekhawatiran tentang kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve AS untuk memerangi inflasi juga berkembang. Sebagai hasil dari pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat yang disebabkan oleh biaya pinjaman yang lebih tinggi, lebih sedikit minyak yang akan dikonsumsi secara global.

Menurut Jay Hatfield, CEO Infrastructure Capital Management, permintaan musiman yang lebih lemah menjelang musim gugur telah memberikan tekanan tambahan pada tolok ukur minyak.

Hatfield mengantisipasi harga minyak berfluktuasi antara $75 dan $90 per barel selama beberapa bulan mendatang, meskipun ekonomi China masih menurun.

Jokowi Akan Menutup Ekspor Sawit Hingga Kelapa, Begini Faktanya

slawifm.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru-baru ini menyatakan akan menutup keran ekspor minyak sawit, rumput laut, kelapa, dan komoditas potensial lainnya. Hal ini mendapat tanggapan dari para pengusaha kelapa nasional. Ia mengklaim hal itu dilakukan dalam upaya mendukung pembangunan hilirisasi bangsa yang meliputi pengolahan dan pemurnian.

Pernyataan Jokowi tersebut merupakan sinyal yang sangat baik, menurut Amrizal Idroes, co-founder dan wakil ketua Kelembagaan Kerjasama Kelembagaan Gabungan Industri Pengolahan Kelapa Indonesia (HIPKI). Hal ini menurutnya menginspirasi HIPKI untuk mengembangkan lebih banyak lagi produk turunan kelapa yang baru.

Menurut Amrizal, industri kelapa di Indonesia masih sangat kecil. Lanjutnya, meski gerakan HIPKI sudah dimulai beberapa waktu sebelumnya.

“Oh, masih banyak yang belum dihilirisasi Karena hanya 1 miliar kelapa yang kemungkinan dihilirisasi, total produksi kelapa negara kita diperkirakan sekitar 15 miliar,” kata pria itu.

“Ya, tentu, dan masih sangat kecil. Meski kecil, kami sudah mulai. Beberapa tahun yang lalu, HIPKI mulai melakukan hilirisasi. Oleh karena itu, kami memiliki peluang yang cukup besar untuk melakukan hilirisasi,” ujar Amrizal.

Amrizal mengklaim hilirisasi minyak kelapa merupakan salah satu produk olahan kelapa yang belum ditanam di dalam negeri. Menurut dia, sebagian besar pabrik minyak di Indonesia masih mengolah kopra menjadi minyak kelapa mentah, dan RBD dikirim langsung ke luar negeri.

Dua unsur tersebut adalah bahan baku untuk industri hilir di negara maju, seperti bahan baku kosmetik.

Oleh karena itu, jika Anda mendapatkan kopra yang ditekan dari kopra, Anda bisa mendapatkan minyak mentah atau minyak mentah sebagai alternatif, minyak mentah dapat sedikit disuling untuk menghasilkan minyak goreng atau RBD, dan itulah yang diekspor. Kedua komponen tersebut saat ini menjadi bahan baku industri hilir di negara maju, menurut Amrizal.

Dia menjelaskan, kemampuan negara untuk mengembangkan hilirisasi kelapa karena keterbatasan teknologi masih ada. Menurutnya, industri hilir kelapa dalam negeri membutuhkan dukungan teknologi untuk menciptakan produk baru yang kreatif.

“Karena teknologi itu penting untuk hilirisasi, termasuk penciptaan produk-produk baru. HIPKI sebagai organisasi, maka bisa dikatakan kurang di bidang inovasi produk itu. HIPKI siap mengadopsi produk-produk inovatif dengan daya jual internasional yang tinggi, seperti yang dihasilkan oleh lembaga BRIN atau universitas” katanya.

“Ini bisa dibantu oleh lembaga penelitian, untuk mengembangkan produk turunan dan itu nanti akan disosialisasikan ke HIPKI, nanti HIPKI cepat mengadopsinya, tentunya berdasarkan permintaan dari pasar ekspor,” ujarnya.

Oleh karena itu, ke depan barang yang kami jual tidak hanya minyak mentah dan RBD, tetapi juga turunan dari kedua bahan baku utama tersebut, menurut Amrizal.

Presiden Jokowi menegaskan, pihaknya akan melanjutkan program hilirisasi, sebagaimana diketahui. Industri pertambangan hanyalah salah satu bagian darinya. Sidang Tahunan MPR RI 2023 dan Sidang Gabungan DPR RI-DPD RI 2023 sama-sama membahas hal tersebut.

“Kami ingin hilirisasi tidak hanya komoditas mineral. Selain itu, komoditas non mineral seperti kelapa sawit, rumput laut, kelapa, dan komoditas potensial lainnya dioptimalkan kandungan lokalnya bekerja sama dengan UMKM, nelayan, dan petani sehingga keuntungannya bisa dirasakan langsung pada rakyat kecil” Kata Presiden Jokowi pada Rabu, 16 Agustus 2023.