Kategori: Kesehatan

Berikut Daftar Operasi Yang Ditanggung BPJS Kesehatan

slawifm.com – Masyarakat Indonesia dimaksudkan untuk mendapatkan perlindungan kesehatan berupa jaminan kesehatan oleh pemerintah melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Namun, BPJS juga memiliki sistem yang mewajibkan peserta membayar iuran bulanan yang sangat kecil, seperti halnya asuransi.

Peserta dapat memperoleh pengobatan gratis di rumah sakit, klinik, dan puskesmas yang bermitra dengan BPJS Kesehatan selama status kepesertaannya masih aktif.

Pembedahan merupakan salah satu pelayanan yang diberikan oleh BPJS Kesehatan.

Ada 19 jenis operasi yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan, sesuai aturan penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), khususnya Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 28 Tahun 2014 yakni. Operasi Jantung, Operasi Caesar, Operasi Kista, Operasi Miom, Operasi Tumor, Operasi Odentektomi, Operasi Bedah Mulut, Operasi Usus Buntu, Operasi Batu Empedu, Operasi Mata, Operasi Bedah Vaskuler, Operasi Amandel, Operasi Katarak, Operasi Hernia, Operasi Kanker, Operasi Kelenjer Getah Bening, Operasi Pencabutan Pen, Operasi Penggantian Sendi Lutut, Operasi Timektomi dan Operasi Penggentian Sendi Lutut.

Pasien harus berobat ke fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama, seperti puskesmas atau klinik yang telah diberi meterai persetujuan BPJS Kesehatan, untuk mendapat jaminan BPJS untuk operasi.

Jika operasi diperlukan, pasien akan menerima surat rujukan ke rumah sakit dan akan berbicara dengan dokter yang merawat rumah sakit untuk mendapatkan jadwal operasi.

Kartu BPJS Kesehatan atau Kartu Indonesia Sehat (KIS), surat rujukan dari Puskesmas/Faskes tingkat 1, dan kartu pasien dari rumah sakit merupakan tiga persyaratan tambahan yang harus dipenuhi pasien untuk memenuhi syarat jaminan operasi dari BPJS Kesehatan.

Bahaya Dari Jalan Pintas Turunkan Berat Badan, Operasi Bariatrik

Operasi bariatrik merupakan jalan pintas bagi orang yang ingin menurunkan berat badan. Namun, beberapa efek samping dari operasi bariatrik harus diketahui. Publik masih mengingat operasi bariatrik yang dilakukan penyanyi Melly Goeslaw pada 2022 silam. Berkat operasi tersebut, leader grup musik Portrait itu berhasil menurunkan berat badan sepuluh ribu kilogram. Melly mengambil pekerjaan ini karena program diet yang diikutinya tidak menunjukkan hasil yang bagus.

Saat ini, kadar gula darahnya sangat tinggi, sehingga nafsu makannya terus meningkat. Operasi bariatrik juga dikenal sebagai operasi bypass lambung. Pasalnya, pekerjaan ini melibatkan perubahan pola makan untuk membantu seseorang menurunkan berat badan. Menurut Mayo Clinic, operasi penurunan berat badan biasanya dilakukan saat diet dan olahraga tidak berhasil atau ada beberapa masalah kesehatan akibat kenaikan berat badan.

Efek operasi bariatrik

Namun, bukan berarti pekerjaan ini bisa berhasil dan tanpa risiko. Ada banyak efek samping dari operasi bariatrik, mulai dari komplikasi jangka pendek hingga jangka panjang.

Berikut risiko dan efek samping jangka pendek yang perlu diperhatikan:

  • pendarahan berlebih,
  • infeksi,
  • reaksi terhadap anestesi,
  • pembekuan darah,
  • masalah pada paru-paru atau sistem pernapasan,
  • kebocoran dalam sistem pencernaan.

Berikut risiko komplikasi jangka panjang yang perlu diperhatikan:

  • penyumbatan usus,
  • dumping syndrome yang memicu diare, kemerahan, pusing, serta mual-muntah,
  • batu empedu,
  • hernia,
  • gula darah rendah,
  • malnutrisi,
  • bisul,
  • refluks asam lambung,
  • kebutuhan operasi selanjutnya,
  • kematian meski kasusnya jarang.

Dengan berbagai efek di atas, pertimbangan matang menjadi penting sebelum operasi bariatrik.

Tidak semua orang yang kelebihan berat badan membutuhkan operasi bariatrik. Perubahan pola makan dan gaya hidup adalah kunci untuk menurunkan berat badan.