Amerika Serikat Heboh Donald Trump Resmi Bakal Ditangkap
Amerika Serikat Heboh Donald Trump Resmi Bakal Ditangkap

slawifm.com – Donald Trump, mantan presiden AS, akan ditahan. Fani Willis, jaksa wilayah Fulton County di negara bagian Georgia, mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Trump dan 18 terdakwa lainnya.

Surat perintah pengadilan dikeluarkan pada Senin, 14 Agustus 2023. Para terdakwa bahkan diberi tenggat waktu yang ketat untuk menyerah.
Dewan juri mengeluarkan surat perintah penangkapan bagi mereka yang dituduh setelah dakwaan, seperti kebiasaan di bawah hukum Georgia, kata Willis kepada wartawan pada Senin malam, seperti dilansir The Independent.

“Saya memberikan kesempatan kepada para terdakwa untuk menyerahkan diri secara sukarela selambat-lambatnya tengah hari pada hari Jumat tanggal 25 Agustus 2023,” tambahnya.

Setelah dewan juri memutuskan Trump bersalah atas 13 kejahatan karena diduga mencoba mencurangi pemilihan presiden Georgia 2020, jaksa penuntut Willis membuat pengumuman tersebut. Selama kampanye presiden 2020, ini terjadi.

RICO adalah salah satu pelanggaran tersebut. Antara lain terkait dengan petisi agar pejabat publik melanggar sumpah jabatannya, pengajuan dokumen palsu, dan persekongkolan untuk melakukan pemalsuan.

Willis menggambarkan penyelidikan tersebut sebagai “konspirasi kriminal untuk mencurangi pemilihan presiden 2020 di negara bagian ini.”.

Upaya ilegal Donald J. Trump untuk merebut kursi kepresidenan yang dimulai pada 20 Januari 2021, menurutnya, adalah alasan di balik tindakan para terdakwa.

“Semua pemilu di negara kita dilakukan oleh negara bagian, yang bertugas memastikan bahwa proses pemungutan suara adil dan penghitungan suara dilakukan dengan benar. Efektivitas demokrasi kita bergantung pada peran negara bagian dalam proses ini” katanya.

Dalam panggilan telepon sebelumnya pada 2 Januari 2021, Trump memohon kepada pejabat tinggi pemilu Georgia, Brad Raffensperger, untuk mendapatkan cukup suara untuk membalikkan kekalahan tipisnya di negara bagian itu. Raffensperger dengan tegas menolak.

Empat hari kemudian, pendukung Trump juga menyerbu Capitol AS, yang menampung Kongres AS. Ini dilakukan untuk menghentikan anggota parlemen mengakui kemenangan Joe Biden sebagai presiden.

Dari sebelum pemilu 3 November 2020 hingga September 2022, surat dakwaan tersebut mencantumkan sejumlah dugaan kejahatan yang dituduh dilakukan oleh Trump atau rekan-rekannya, termasuk berbohong dan memberikan kesaksian palsu kepada anggota parlemen tentang penipuan pemilu dan memohon kepada pejabat negara untuk mengubah hasil.