Rusia Berhasil Gagalkan Serangan Drone Massal Ukraina Ke CrimeaRusia Berhasil Gagalkan Serangan Drone Massal Ukraina Ke Crimea

slawifm.com – Militer Rusia mampu menghentikan serangan drone yang meluas oleh militer Ukraina di Semenanjung Krimea dan menghancurkan setiap pesawat. Kementerian Pertahanan Rusia mempublikasikan informasi ini.

Menurut pernyataan yang dikeluarkan Kementerian Pertahanan Rusia pada Jumat (25/8/2023), “rezim Kiev berusaha melakukan serangan teroris di wilayah Rusia menggunakan kendaraan udara tak berawak jenis pesawat.”.

Sebanyak 42 drone telah ditemukan secara keseluruhan, menurut tambahan pernyataan itu.

“Sembilan drone Ukraina ditembak jatuh di Crimea, sementara 33 drone lainnya berhasil diredam oleh sistem peperangan elektronik dan jatuh jauh dari sasaran yang diinginkan,” kata kementerian tersebut.

Mikhail Razvozhaev, gubernur Sevastopol, juga mengkonfirmasi serangan terhadap Krimea ketika ia mengklaim, mengutip informasi yang belum dikonfirmasi, bahwa sejumlah kendaraan udara tak berawak (UAV) telah ditenggelamkan di perairan dekat tanjung Chersonesus di bagian barat semenanjung. . Layanan darurat setempat, lanjutnya, belum menemukan adanya kerusakan pada infrastruktur yang digunakan masyarakat umum.

Hal ini terjadi setelah Kementerian Pertahanan melaporkan bahwa pertahanan udara Rusia telah menembak jatuh rudal S-200 Ukraina dari era Soviet di wilayah Kaluga barat daya Moskow, yang diklaim digunakan untuk melancarkan serangan teroris terhadap fasilitas sipil Rusia.

Menanggapi laporan serangan rudal, pihak berwenang Rusia sempat menutup wilayah udara di bandara Vnukovo dan Domodedovo di Moskow. Menurut kantor berita TASS, pesawat sipil terbang di atas Wilayah Kaluga dan wilayah Tula dan Lipetsk di dekatnya.

Beberapa bulan terakhir telah terjadi kebangkitan kembali serangan pesawat tak berawak dan rudal Ukraina terhadap semenanjung Krimea, yang merupakan lokasi pangkalan angkatan laut utama Rusia.

Rusia menuduh Direktorat Intelijen Utama (GUR) militer Ukraina, yang dipimpin Kirill Budanov, mengatur ledakan mematikan di Jembatan Krimea tahun lalu dan berjanji akan melakukan lebih banyak serangan di semenanjung itu “dalam beberapa hari mendatang”.